Rabu, 07 Oktober 2020

PENERAPAN ALGORITMA DEPTH FIRST SEARCH PADA SISTEM PENCARIAN DOKUMEN

Abstrak

Implementasi algoritma depth first search pada sistem pencarian dokumen sangat diperlukan oleh pihak tertentu yang membutuhkan data di dalam dokumen tersebut. Pencarian Kembali terhadap data di dalam dokumen menggunakan Algoritma Depth First Search menjadi fokus dalam pembahasan. Pembahasan ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi pencarian yang relevan terhadap kata kunci pencarian yang diharapkan meningkatkan efisiensi waktu bagi pengguna. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall yang terdiri dari beberapa tahapan diantaranya, Analysis, Design, Code, Testing, dan Maintenance. Dengan menggunakan alat bantu flowchart untuk membuat rancangan sistem yang akan dibangun.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi dewasa ini khususnya internet berkembang sangat pesat. Hal ini diiringi juga dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna sehingga mengakibatkan munculnya suatu cabang ilmu baru dalam teknologi informasi, yaitu pencarian informasi (information retrieval). Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka perkembangan peralatan juga ikut mengambil andil yang besar untuk mendukung perkembangan pertukaran informasi yang semakin hari semakin canggih. Hampir semua kecanggihan teknologi yang memberikan kemudahan kepada user dalam menemukan apa yang diinginkannya. Salah satu kemudahan yang diberikan adalah menyediakan fasilitas searching yang digunakan untuk memberikan kemudahan mendapatkan lebih banyak informasi yang berbentuk dokumen. Pencarian informasi yang tepat dan sesuai kebutuhan menjadi sangat penting dengan semakin mudahnya memperoleh informasi dari seluruh dunia sebagai akibat perkembanga teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat. Oleh karena itu, teknik untuk memperoleh dokumen dengan isi yang sesuai dengan kebutuhan informasi sangat diperlukan. Dalam penelitian ini digunakan sebuah cara untuk melakukan pencarian kembali dokumen dengan menggunakan Algoritma Depth First Search.

Masalah yang dihadapi

1. Searching dokumen ini tidak membuat pencarian berdasarkan kombinasi katakata penggolongan AND, OR, dan NOT serta penggunaannya yang tidak menggunakan case sensitive

2. Dokumen yang digunakan sebagai data dalam proses pencarian ini berupa beberapa dokumen teks yaitu rtf, doc, pdf dan txt

3. Tidak membahas semantic kata

4. Jumlah kata merupakan penjumlahan kata yang relevan dengan kata kunci di dalam dokumen

Cara menyelesaikan masalah

Dalam penelitian ini digunakan sebuah cara untuk melakukan pencarian kembali dokumen dengan menggunakan Algoritma Depth First Search.

Penjelasan algoritma

Depth First Search adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian jalur. Algoritma ini mirip dengan algoritma BFS (Breadth First Search). Jika algoritma BFS melakukan perhitungan secara terurut, dari urutan pertama sampai urutan terakhir, maka algoritma ini melakukan kebalikannya, yaitu melakukan perhitungan secara terurut dari urutan terakhir, barulah mundur ke titik sebelumnya sampai pada titik pertama.

Alur algoritma yang digunakan

1.1. Information Retrieval

Model sistem IR menentukan detail sistem IR yaitu, meliputi:

1 Representasi dokumen dan query.

2 Fungsi pencarian.

3 Notasi kesesuaian (relevance notation) dokumen terhadap query.

Yang dimaksud dengan fungsi pencarian adalah bagaimana mesin mengolah pertanyaan untuk dicocokkan dengan dokumen, lalu mengambil dokumen yang relevan. Bagian ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1 Cara memilih kata (term) untuk indeks.

2 Cara menindeks kata.

3 Cara membobot kata.

Bagian yang paling signifikan pengaruhnya adalah pembobotan kata. Cara pembobotan kata mencirikan bagaimana sebuah sistem temu kembali informasi di bangun. Sistem temu kembali informasi digunakan untuk menemukan kembali informasi informasi yang relevan terhadap kebutuhan pengguna dari suatu kumpulan informasi secara otomatis. Kerangka dari sistem temu-kembali informasi sederhana terbagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama adalah bagian si pencari informasi atau pengguna dari sistem. Pengguna dari sistem temu-kembali informasi harus menerjemahkan informasi yang dicarinya agar dapat diproses oleh sistem dengan cara memasukkan kata kunci. Kata kunci tersebut nanti diproses menjadi sebuah query yang dapat dimengerti oleh komputer. Bagian yang kedua adalah bagian dari dokumen. Pada bagian ini dokumen-dokumen direpresentasikan dalam bentuk indeks. Nanti query dari pengguna akan diproses melalui fungsi kesamaan untuk membandingkan query dengan indeks dari dokumen untuk mendapatkan dokumen yang relevan.

pada Gambar 1. memperlihatkan bahwa terdapat dua buah alur operasi pada sistem temu kembali informasi. Alur pertama dimulai dari koleksi dokumen dan alur kedua dimulai dari query pengguna. Alur pertama yaitu pemrosesan terhadap koleksi dokumen menjadi pangkalan data indeks dan tidak tergantung pada alur kedua. Sedangkan alur kedua tergantung dari keberadaan pangkalan data indeks yang dihasilkan pada alur pertama.

1.2.Pencarian

Searching berusaha meminta content yang akan menjadi patokan pencarian sebuah dokumen dengan kriteria yang spesifik (biasanya yang berisi kata atau frasa yang kita tentukan) dan memperoleh daftar file yang memenuhi kriteria tersebut. Searching biasanya menggunakan indeks untuk mencari dokumen setelah pengguna memasukkan kriteria pencarian. Metode searching umum akan mencari kata kunci yang Anda masukkan ke semua informasi dalam katalog dan naskah data Pencarian dapat dibagi 2 bagian, yaitu:

1. Pencarian internal adalah pencarian terhadap sekumpulan data yang disimpan di dalam memori utama.

2. Pencarian eksternal adalah pencarian terhadap sekumpulan data yang disimpan di dalam memori sekunder, seperti disk.

1.3.Text Input Stream

Untuk membaca teks dari sebuah file, maka perlu dibuat objek TextInputStream. TextInputStreams memiliki metode yang memungkinkan untuk membaca dari sebuah file yang dimiliki Xojo dan fitur close setelah selesai pada akhir pembacaan file. File yang tidak mendukung UTF-8, maka harus diatur nilai properti Encoding. Ketika membaca sebuah file teks yang berasal dari sistem operasi lain atau dalam bahasa lain (atau campuran bahasa), mungkin perlu untuk menetapkan pengkodean teks yang digunakan ketika file tersebut ditulis. Jika tahu pengkodean, menggunakan modul Encodings untuk mendapatkan encoding dan menggunakannya untuk mengatur nilai properti. Berikut adalah contoh Encoding objek TextInputStream untuk membaca sebuah file teks yang menggunakan pengkodean.

MacRoman:

Dim f As FolderItem =

GetOpenFolderItem("text")

If f <> Nil Then

If f.Exists Then

Dim t As TextInputStream

Try

t = TextInputStream.Open(f)

t.Encoding =

Encodings.MacRoman

TextArea1.Text = t.ReadAll

Catch e As IOException

t.Close

MsgBox("Error accessing file.")

End Try

End If

End If

Seperti kita lihat, variabel f dideklarasikan ke dalam tipe FolderItem dan t sebagai TextInputStream. “t = TextInputStream.Open(f)” menunjukkan bahwa modul TextInputStream untuk membuka file text yang telah disimpan di variabel f. Kemudian di encoding : t.Encoding = Encodings.MacRoman.

1.4. Depth Depth Search

Menurut Erwin [2], Pencarian dengan metode ini dilakukan dari node awal secara mendalam hingga yang paling akhir (deadend) atau sampai ditemukan. Dengan kata lain, simpul cabang atau anak yang terlebih dahulu dikunjungi. Sebagai ilustrasinya dapat dilihat

Berdasarkan Gambar 2., proses pencarian dilakukan dengan mengunjungi cabang terlebih dahulu hingga tiba di simpul terakhir. Jika tujuan yang diinginkan belum tercapai maka pencarian dilanjutkan ke cabang sebelumnya, turun ke bawah jika memang masih ada cabangnya. Begitu seterusnya hingga diperoleh tujuan akhir (goal).

1.5.Waterfall

Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam perancangan sistem ini menggunakan Model Waterfall, dikarenakan metode ini mempunyai tahapan-tahapan yang jelas, nyata dan praktis. Setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya pengulangan dalam tahapan sehingga pengembangan sistem yang dilakukan dapat memperoleh hasil yang diinginkan.

1.6.Flowchart

flowchart adalah suatu bagan alir yang digunakan untuk menunjukkan arus pekerjaan atau proses secara menyeluruh dari bagian sistem dimana bagan ini menjelaskan urutan prosedur-prosedur yang ada dalam sistem.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil rancangan sistem/aplikasi menggunakan flowchart

1. Flowchart Program

Gambar 4. Flowchart Program merupakan diagaram alir Program dengan menu pilihan Pencarian, Kontak, dan Keluar. Pada menu pencarian terdapat pilihan memasukkan kata kunci yang selanjutnya dilakukan pencarian DFS pada tiap sub folder dan pencarian teks pada tiap dokumen yang ditemukan.

2. Flowchart DFS

Pada Gambar 5. Merupakan flowchart dimana proses diawali dengan pemilihan pencarian apakah pencarian cukup di folder akar atau pilihan ke sub foolder. Jika hanya di folder akar maka dilanjutkan langsung dengan pemrosesan file teks dan menampilkan hasilnya. Dan jika memilih pencarian ke sub folder maka dilakukan penelusuran lokasi, yaitu pemeriksaan kepada setiap folder hingga didapatkan folder terakhir. Pada saat posisi di folder terakhir inilah dilakukan pemrosesan file yaitu pencarian kemiripan kata antara kata kunci dan kata pada dokumen, dilanjutkan pencarian kembali pada lokasi berdampingan. Proses pencarian berhenti ketika lokasi folder telah berada pada akar lokasi.

3. Flowchart REGEX

Pada gambar 6 merupakan flowchart dari proses pencarian kata menggunakan Regex. Teks yang terdapat di dalam dokumen dimasukkan ke dalam variabel textInput menggunakan perintah TextInputStream, yaitu syntac dari Xojo yang berfungsi membaca string/teks dari dokumen. Untuk menghindari kesalahan bentuk tulisan maka diperlukan textInput.encoding yaitu fungsi untuk merubah ke format MacRoman. Teks yang ditemukan dirangking berdasar jumlah teks yang ditemukan. Pencarian teks berhenti sampai akhir dokumen dan diakhiri dengan menampilkan hasil. Berdasarkan analisis dan perancangan menghasilkan sistem/aplikasi sebagai berikut :

1. Form Pencarian

Pada form pencarian terdapat satu textfiled untuk memasukkan kata kunci, sebuah tombol pencarian, dan sebuah listbox untuk menampilkan hasil. Kata kunci dimasukkan di textfield, kata kunci yang dimasukkan berupa kata tunggal atau kalimat. Untuk mengoptimalkan pencarian dapat digunakan fungsi Regex. Pencarian akan dilakukan di dalam folder terpilih, jika di dalam folder terpilih terdapat folder lagi maka tidak dilakukan pencarian ke dalam folder tersebut. Hasil pencarian kata berupa dokumen teks akan ditampilkan pada listbox. Dapat kita lihat pada gambar 7, pada listbox terdiri dari kolom file, lokasi, jumlah dan kata. Kolom File yaitu berisi nama file beserta ekstensinya. Sedangkan Lokasi file menunjukkan posisi keberadaan file tersebut di dalam folder. Untuk Jumlah, yaitu hasil rangking kata yang ditemukan di dalam dokumen.

Kesimpulan

Aplikasi pencarian sangat diperlukan terutama instansi pemerintah yang selalu berhubungan dengan arsip dokumen, kecepatan pecarian tergantung jumlah dokumen, besar dukumen, dan spesifikasi komputer, Pencarian menggunakan RegEx sehingga fungsi-fungsi syntax RegEx dapat digunakan untuk pilihan bantuan agar pencarian kata lebih relevan dan aplikasi ini dapat digunakan oleh orang yang awam fungsi RegEx sekalipun.

Daftar Pustaka

Lailiyah, S., Yusnita, A., & Panotogomo, T. A. (2017). Penerapan Algoritma Depth First Search Pada Sistem Pencarian Dokumen. Snitt, 174–179.

Minggu, 08 Desember 2019

Regresi dan Korelasi

1. Regresi

Regresi adalah pengukuran besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung dan memprediksi variable tegantung dengan menggunakan variable bebas. Analisis regreasi berkaitan dengan studi mengenai ketergantungan satu variable, yaitu variable dependent, terhadap satu atau lebih variable lainnya (variable independent), dengan tujuan  untuk enmengestimasi dan ataumemperkirakan nilai rata - rata (populasi) variable dependent dari nilaiyang diketahui atau nilai tetap dari variable independent.

Contoh: 

Diketahui tabel yang merupakan hasil observasi acak yang terdiri dari 8 desa dikota "alfabet" mengenai pendapatan dan pengeluaran kesehatan dan penduduk desabersangkutan selama tahun 2013.


Pendapatan(x)
Pengeluaran Kesehatan(y)
xy
x^2
(Juta rupiah/tahun)
(Juta rupiah/tahun)
42
8
336
1764
30
6
180
900
30
7
210
900
18
4
72
324
24
6
144
576
36
7
252
1296
12
5
60
144
24
5
120
576
216
48
1374
6480
Ditanyakan:
a. Tentukan persamaan regresi dari data diatas
b. Jika pendapatan 50 juta per tahun berapa perkiraan pengeluaran kesehatan
c. Hitung analisa regresi kasus diatas
d. Berikan penjelasan pada output tersebut

jawab:

ini adalah rumusnya



kita akan mencari nilai a terlebih dahulu

kemudian kita mencari nilai b dengan menggunakan rumus yang tertera diatas

kemudian kita mencari nilai regresi tersebut dengan menggunakan rumus yang berada  diatas

Jadi, bisa di prediksi bahwa jika pendapatan 50 juta akan mengeluarkan biaya kesehatan sekitar 8,5 juta per tahu.

2. Korelasi

Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variable atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Salah satu contoh :
Seorang peneliti ingin mengetahui seberapa kuat hubungan antara besarnya pendapatan seseorang dengan pengeluaran (konsumsi) per bulan. Dari 6 orang yang di wawancarai diperoleh data sebagai berikut:

Pendapatan(x) Konsumsi(y) xy x^2 y^2
(Juta rupiah/tahun) (Juta rupiah/tahun)
4 1.5 6 16 2.25
4.5 1.5 6.75 20.25 2.25
3.5 1 3.5 12.25 1
3 0.5 1.5 9 0.25
3.5 1 3.5 12.25 1
4 1 4 16 1
22.5 38 144.5 85.75 7.75

Ditanyakan:
a. Dari data tabel diatas berapa besarnya hubungan antara variable pendapatan dengan konsumsi 
b. Hitung nilai korelasi 
c. Berikan penjelasan pada output?

jawab:



Jadi, keeratan antara pendapatan dan konsumsi hubungannya kuat karena berada pada posisi antara 0,75 sampai dengan 0,90.











Rabu, 16 Oktober 2019

statistika dan cara pengerjaan data berprekuensi



STATISTIKA DAN CARA PENGERJAAN DATA BERFREKUENSI

Dais Mulyana
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

ABSTRAK
Statistik merupakan cara ilmiah yang terdiri atas proses pengumpulan data, mengorganisasi data tersebut sehingga lebih berarti. Pengetahuan terhadap statistika akan berkaitan dengan beberapa hal yaitu : data dan variabel penelitian, hipotesis, populasi dan sampel dan interpretasi uji statistik.
 Statistika dalam dunia pendidikan dapat sangat bermanfaat oleh para pemakai (seperti pendidik, mahasiswa, peneliti dan lain-lain) dalam rangka menunjang kelancaran tugas para ”petugas” pendidikan tadi. Misalnya dipakai dalam kegiatan evaluasi (penilaian) dan penelitian. Peranan statistik dalam penelitian pendidikan antara lain ; 1) Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, 2) Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, 3)Teknik-teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, 4) Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan.
A.    Pengertian Statistik dan Statistika
Secara bahasa statistik yaitu kumpulan data yang berupa angka-angka yang di kelompokan sehingga menjadi suatu informasi yang bermakna perihal suatu masalah. Menurut Sutrisno Hadi (1995), Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Subana (2005) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
Beda halnya dengan statistik, statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan, menabulasi, mengelompokkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu. Dengan begitu, statistika terdiri dari sekumpulan langkah-langkah mengenai bagaimana cara mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan penerjemahan data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya.
B.     Jenis-Jenis Data Statistik
Data adalah informasi mengenai sesuatu yang bisa berbentuk angka (bilangan) atau bisa jadi tidak. data juga merupakan suatu informasi berbentuk kualitatif dan atau berbentuk kuantitas yang merupakan hasil peninjauan, penghitungan, dan pengukuran dari suatu variabel yang menggambarkan suatu masalah.
Data dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
Ø  Menurut sifat:
1.      Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka atau bilangan. Contohnya seperti penjualan merosot, mutu barang naik, karyawan resah, harga daging naik, dan sebagainya.
2.      Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah kebalikan dari data kualitatif. Jadi, kuantitatif adalah data yang hasilnya berupa angka atau bilangan. Berdasarkan nilainya, data kuantitatif dibagi lagi menjadi:
a.       Data diskrit
Data diskrit yaitu data yang tidak mungkin memuat bilangan pecahan. Biasanya, dihasilkan dari sebuah hasil perhitungan. Contoh: jumlah penduduk, jumlah guru, jumlah siswa dan sebagainya.
b.      Data kontinum
Data kontinum, yaitu data yang mungkin memuat bilangan pecahan. Data ini diperoleh dari pekerjaan mengukur. Contoh: berat badan, tinggi badan, nilai tes, dan sebagainya.
Ø  Menurut Waktu
1.      Data Silang (seketika), yaitu data-data yang diperoleh pada waktu-waktu tertentu. Contoh: data sensus penduduk (setiap 10 tahun)
2.      Data berkala, yaitu data yang diperoleh dari waktu ke waktu. Contoh: laporan bulanan, tahunan, data mutasi siswa/guru, dan sebagainya.
Ø  Menurut Cara Memperoleh
1.      Data primer, yaitu data yang diperoleh dari sumber pertama secara langsung. Contoh: identitas siswa, data pribadi guru, dan sebagainya.
2.      Data sekunder, yaitu data yang tidak diperoleh dari sumber pertama karena sudah diadakan pengolahan. Contoh: data siswa yang sudah ada di papan.
Ø  Menurut Sumber
1.      Data internal, yaitu data yang berkaitan dengan lembaga itu sendiri. Contoh: data guru, karyawan, dan inventaris suatu sekolah.
2.      Data eksternal, yaitu data yang berkaitan dengan luar lembaga yang bersangkutan. Contoh: keadaan penduduk di sekitar sekolah.
C.    Rumus-Rumus Data Berfrekuensi
1.      Modus
Modus adalah anggota yang paling banyak muncul dalam suatu himpunan. Modus pada data tunggal adalah data yang mempunyai frekuensi terbanyak. Pada data dengan distribusi berfrekuensi berlaku rumus sebagai berikut:
2.      Median (Rata-Rata Hitung)

3.      Mean
Rata-ratahitung mean dapat dirumuskan sebagai berikut:

4.       Desil
Desil data tunggal

Keterangan :
Di adalah desilk e-i
n adalah banyaknya data
5.      Kuartil
Kuartil merupakan suatu nilai-nilai yang membagi suatu data terurut menjadi empat bagian yang sama. Ambil kasus :



6.      Persentil
Persentil Data Tunggal

Keterangan :
Pi adalah pesentil ke-i
n adalah banyaknya data

Data bergolong (Berkelompok)
Menentukan letak persentil untuk data berkelompok
Keterangan :
Pi adalah persentil ke-i
Tb adalah tepi bawah kelas persentil
p adalah panjang kelas
n adalah banyak data
F adalah frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil
f adalah frekuensi kelas persentil

Contoh soal persentil data tunggal

Tentukan persentil ke-65 dari data : 6,5,8,7,9,4,5,8,4,7,8,5,8,4,5.

Jawab:
n = 15
data terurut : 4,4,4,5,5,5,5,6,7,7,8,8,8,8,9.
letak P65 = 65(15+1) / 100 = 10,4
P65 = X100 + 0,4 (X11-X10)
= 7 + 0,4 (8-7)
= 7,4
Maka, nilai persentil ke-65 yaitu 7,4.

Contoh soal persentil data kelompok
Tentukan P30 dari data berikut





Kesimuplan
Statistik merupakan metode ilmiah yang terdiri dari proses pengumpulan data, mengorganisasi data tersebut sehingga lebih berarti. Statistika sangat dibutuhkan manfaatnya di kehidupan sehari-hari bagi semua manusia khususnya siswa, guru, mahasiswa, para pekerja, dan sebagainya. Peranan penting statistika antara lain adalah: 1). Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, 2) Alat penguji validitas dan reliabilitas instrumen, 3)Teknik-teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, 4) Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan, dan masih banyak lagi manfaat yang dilakukan statistika.


DAFTAR PUSTAKA
Sri Lestari, ST, (2003), Kumpulan Rumus Matematika SMA, Kawan Pustaka, Jakarta Selatan.
Fathor Rachman Utsman, M.Pd., (2013), Panduan Statistika Pendidikan, DIVAPress, Jogjakarta.
Sugiyono. 2003. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Mohammad Mulyadi, (2011), Penetlitian Kuantitatif dan Kualitatif Serta
Pemikiran Dasar Memnggabungkannya, Vol.15, No.1, Hal.127-138,